Babycam : Fungsi dan Cara Instalasinya

Babycam atau Baby Monitoring Camera merupakan salah satu jenis kamera pengawas (umum disebut sebagai CCTV) dan merupakan saudara dekat dari IP Camera kalau dilihat dari cara kerjanya. Bedanya Baby Camera lebih sederhana dan lebih murah, ya otomatis fiturnya juga ga sebanyak IP Camera.
Baca juga : Jenis-jenis Kamera CCTV

Harap dicatat ya, biar ga merasa kejebak nantinya. Artikel ini tidak memberikan tutorial bagaimana cara instalasi dan setting Babycam. Artikel ini hanya mengulas apa itu Babycam, apa kelebihan dan kekurangannya dibanding kamera jenis lain, dan bagaimana proses instalasi/settingnya secara umum (bukan secara spesifik). Artikel ini ditulis untuk mereka yang sedang mencari informasi tambahan tentang kamera jenis ini sebelum membeli.

Entah apa alasannya kamera ini disebut sebagai Babycam, padahal fungsinya bukan cuma untuk monitoring bayi loh. Ukurannya juga kalau dilihat secara keseluruhan ga kecil-kecil amat. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan Baby Monitoring Camera, serta kondisi-kondisi di mana Babycam dapat dijadikan pilihan untuk kamera pengawas.

Kelebihan :

1. Harga lebih murah.
2. Instalasi lebih mudah dan sederhana.
3. Dapat dipasang di mana saja, baik mounting di tembok, di langit-langit rumah ataupun diletakkan di atas meja atau lemari.
4. Mendukung Komunikasi dua arah, seperti telepon.

Kekurangan :

1. Kapasitas penyimpanan video kecil, karena media penyimpanan hanya didukung oleh microSD card.
2. Tidak dapat di-integrasikan ke layar monitor atau TV. Monitoring hanya dapat dilakukan melalui ponsel pintar alias smartphone, umumnya Android.

Babycam cocok digunakan untuk kebutuhan seperti apa?

Baby Camera cocok untuk digunakan untuk pengawasan ruangan di dalam rumah seperti kamar tidur, ruang tamu, dan dapur. Kamera jenis ini juga cocok apabila dipasang di Pos Keamanan, karena pemilik rumah dapat berkomunikasi langsung dengan Penjaga Keamanan (Satpam) Rumahnya.

Related post :  Tips Memilih AC dan Perawatan AC Yang Tepat

Pemasangannya sangat sederhana karena tidak membutuhkan Recorder (DVR/NVR), otomatis tidak boros kabel. Sebagai pengganti Recorder, Baby Cam menggunakan MicroSD Card untuk menyimpan video hasil rekaman kamera. Hal tersebut menyebabkan kapasitas penyimpanan kamera menjadi sangat terbatas. Kamera ini tidak dapat menyimpan video rekaman dengan durasi sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Cara Setting

Secara spesifik, tidak semua babycam memiliki cara setting dan aplikasi untuk setting yang sama. Cara setting dan nama aplikasi yang digunakan tiap-tiap babycam dapat dilihat di buku paduan yang terdapat di dalam kemasan sewaktu pembelian. Yang jelas apapun merk kamera yang digunakan, system requirement untuk dapat mengaktifkan monitoring semuanya sama. Dibutuhkan Access Point Wifi, Smartphone (Umumnya Android), dan Aplikasi untuk konfigurasi kamera babycam.

Untuk setting melalui komputer, artikelnya ada di sini. Langsung cek ke TKP aja untuk membaca artikelnya. Ga enak kalau ditulis di sini juga, ngebajak karya orang namanya. Sampai di sini dulu artikel tentang baby camera ini, semoga dapat bermanfaat.

Leave a Reply