Belajar Bahasa Inggris atau Belajar Programming

Kursus bahasa Inggris – Banyak orang bilang kalau lancar Bahasa Inggris pasti lebih cepat untuk belajar komputer dan programming. Pendapat itu ga mutlak benar, tapi bukan berarti salah. Coba perhatikan, orang yang mahir berbahasa Inggris atau setidaknya pernah kursus/belajar Bahasa Inggris biarpun cuma dasar. Pasti lebih cepat tanggap untuk belajar pemrograman dibandingkan orang yang sama sekali tidak mengerti Bahasa Inggris, biarpun cuma sekedar berucap I LOVE YOU atau YES NO YES NO muehehehe. Tadinya ga kepikiran sih untuk nulis artikel tentang ini, kayaknya ga penting juga deh. Berhubung sudah beberapa kali mendapat pertanyaan tentang ini, “emang bahasa inggris ngaruh yak? pan elu sendiri aja ngomong inggris masih blepetan bro”. Waduh sepertinya harus dikupas tuntas ini sih.

Nah, berhubung Blog ini memiliki kategori Learning Centre yang nantinya akan di isi dengan banyak materi untuk belajar, termasuk pemrograman. Maka ada baiknya kita membahas tentang penting atau tidaknya Bahasa Inggris dalam pemrograman. Dalam setiap bidang, yang namanya belajar pasti ada Tahap Pembelajaran. Kita dituntut untuk menguasai sesuatu, sebelum kita mempelajari sesuatu. Atau kita akan lebih mudah mempelajari sesuatu, apabila kita sudah menguasai sesuatu yang lain. Yaahh jadi ngebahas sesuatu, lama-lama topiknya jadi Cetaar membahana dah.

Bahasa Inggris bukanlah syarat wajib untuk belajar Pemrograman. Tapi apabila kita menguasai atau minimal sedikit memahami Bahasa Inggris, kita akan lebih mudah mempelajari Bahasa Pemrograman. Dan otomatis akan lebih cepat juga menguasainya. Bukan cuma Bahasa Inggris, Matematika-pun memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah program. Karena sebuah program penuh dengan rumus, maka diperlukan kemampuan untuk melakukan kalkulasi dengan cepat dan akurat. Semakin tinggi daya kalkulasi kamu, semakin cepat kamu menguasai pemrograman. Berbesar hatilah wahai orang-orang perhitungan!! mwahahahaha!!
Tapi pada artikel ini, kita hanya akan membahasa bahasa inggris-nya saja.

Related post :  5 Software Antivirus Gratis Terbaik

I. Istilah dalam Bahasa Inggris lebih mudah dipahami

Tanpa bermaksud mendiskreditkan Bahasa Nasional saya sendiri (Tetap Bangga sebagai orang Indonesia). Mayoritas masyarakat Indonesia tidak menerapkan Bahasa Indonesia EYD dalam dialog sehari-hari mereka. Contoh dalam hal ejaan, Benar menjadi Bener, Tahu menjadi Tau, Pergi menjadi Pegi, dan masih banyak lagi. Belum lagi penggunaan Kosakata dan Suku kata, belum lagi penggunaan bahasa gaul hahahah. Kadang saya menyebut bahasa sehari-hari yang kita gunakan sebagai Bahasa Urban. Survey yang Penulis lakukan pada teman-teman yang menggunakan komputer dan smartphone dalam aktivitas sehari-hari. Paham ataupun tidak dengan Bahasa Inggris, mereka tetap menerapkan Bahasa Inggris dalam Komputer/Smartphone mereka. Banyak istilah yang kadang membuat kita bingung apabila menerapkan Bahasa Indonesia.

II. Bahasa Inggris adalah bahasa dasar pada mayoritas Program.

Pesan Error – Banyak program (termasuk website) yang sudah dilengkapi dengan pilihan multi bahasa. Tapi tidak semua program mengaplikasikan multi bahasa dalam kode pemrogramannya, umumnya multi bahasa hanya diterapkan pada User Interface (UI) saja. Ngomong-ngomong ada yang tau User Interface Bahasa Indonesia-nya apa? Antarmuka Pengguna, bingung ga? hahahah. Ok balik lagi ke topik, Contoh Sistem Operasi Windows, memiliki pilihan banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Tapi kamu pernah lihat Error windows yang berbahasa Indonesia? atau lebih spesifik lagi, kamu pernah menemui BSOD berbahasa Indonesia? Jangankan BSOD berbahasa Indonesia, istilahnya sendiri aja kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya horor gan. “Layar Biru Kematian!!” (coba tambahin efek suara-suara di film horor deh).

Masih banyak program (termasuk Sistem Operasi) masih menggunakan Bahasa Inggris pada setiap pesan errornya. Dan pesan error itu jumlah dan jenisnya banyak sekali, ratusan, mungkin ribuan, mungkin juga jutaan. Kalau kamu tidak bisa menterjemahkan arti pesan error tersebut, kamu terpaksa menghafal, setiap pesan artinya apa dan solusinya bagaimana. Itu lebih menyakitkan dibanding kalau kamu bisa memahami arti setiap pesan error yang ada. Tapi itu kan dalam hal penggunaan dan penanganan masalah (troubleshoot), yang mana kalau menggunakan program buatan orang ya kita harus mengikuti bahasa yang mereka buat. Bagaimana kalau program buatan sendiri? bisa dong mengimplementasikan Bahasa Indonesia? sayangnya ga bisa.

Related post :  5 Rekomendasi Laptop Murah untuk Pelajar dan Mahasiswa

Development Stage

Mari kita lihat proses pembuatan website/web apps sebagai contoh. Pada proses pembuatan website, terdapat setidaknya 4 tahapan yang harus dilalui, sebagai Berikut :

 

belajar bahasa inggris, belajar pemrograman, kursus
Learning Stairs / Tahap Pembelajaran

Bahasa pemrograman (dalam hal ini HTML), HTML merupakan bahasa dasar yang wajib kamu kuasai atau minimal pahami untuk dapat membuat sebuah website. Kita jadikan artikel ini sebagai contoh, apabila kamu sedang membuka artikel ini dengan komputer desktop/laptop. Coba tekan F12, maka akan muncul menu inspeksi element.

Klik pada gambar untuk memperbesar

Perhatikan pada layar inspector, kamu akan melihat banyak tag-tag HTML. Perhatikan Bahasa yang digunakan, yaak lagi-lagi Bahasa Inggris. Tag HTML ada banyak sekali, dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Daripada harus menghafal, akan lebih mudah kalau kita mengerti. Dan ini masih sebatas HTML, yang artinya baru kerangka dasar saja.
Masih ada PHP untuk fungsi dan kalkulasi, CSS dan Javascript untuk disain dan layout, Database, dan masih banyak Bahasa lainnya. Saya sendiri aja sampai sekarang ga hafal hahahah.

Itu kalau dari sisi program, kalau dari sisi Jaringan? ya sama. Apalagi impelentasi sistem jaringan rata-rata mengikuti standar yang sudah dibuat oleh organisasi-organisasi standarisasi dan sertifikasi internasional.

Kesimpulan

Jadi sudah jelas kan sekarang, seberapa besar pengaruh penguasaan Bahasa Inggris dalam pemrograman. Dan bukan cuma dalam pemgrograman saja sih, dalam banyak bidang belajar Bahasa Inggris itu sangat dianjurkan. Nah buat kamu yang mulai tertarik dan kepikiran untuk cari kursus Bahasa Inggris. Di akhir artikel ini penulis akan share beberapa referensi Kursus online yang bagus dengan harga terjangkau.

Ah tapi ga jadi deh, capek ngetiknya, ga dapat sponsor pulak HAHAHAHAH! No no no, cuma bercanda kok. Untuk sekarang sampai di sini dulu artikelnya, bukan karena ga ada Sponsor, tapi memang belum ada referensi. Kasih waktu untuk ngumpulin informasi sama riset singkat dulu ya. Kursus mana yang worth it untuk diambil. Secepatnya artikel ini akan diupdate lagi, dengan link ke beberapa Kursus online yang recommended.

Related post :  Teknisi Freelancer! Buat Dapat Duit Tambahan, Lakukan Tiga Cara Simpel Ini

Sekian ya, sampai jumpa di artikel berikutnya!

Leave a Reply