Internet Service Provider (ISP) : Tips memilih ISP

Internet Service Provider atau biasa disingkat ISP (dalam Bahasa Indonesia : Penyelenggara Jasa Internet – PJI) adalah perusahaan penyedia jasa layanan internet, lebih jelasnya kamu bisa baca di sini. Di Indonesia terdapat banyak sekali perusahaan jenis ini, sebut saja TELKOMSEL, Indosat, XL, Indihome, Cyberplus, Tachyon, First Media, dan BizNet. Itu baru beberapa yang saya ingat loh, masih ada banyak lagi yang kalau ditulis, bisa jadi 1 buku. Sudah menjadi hal yang lumrah apabila kita sering merasa bingung memilih ISP pada saat akan memasang jaringan internet.

Banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan pada saat seseorang hendak memasang jaringan internet. Mulai dari faktor harga, kualitas, teknologi, fasilitas, sampai layanan after sales. Dan kamu pasti sering mendengar ada yang bilang “jangan pakai provider A, layanannya jelek!”. Atau mungkin kebalikannya “Pakai Provider B aja, koneksinya bagus, supportnya juga oke!”. Penulis juga pernah kok berkata seperti itu, pembaca juga beberapa pasti pernah. Hayooo ngakuu hahahah..

Jadi Begini, tanpa memihak atau mendiskreditkan pihak manapun. Penulis percaya, tidak ada satupun pedagang profesional yang akan menjual sampah kepada konsumennya, begitu juga dengan Internet Service Provider. Percaya deh, yang sebenarnya terjadi bukan ISP A jelek atau ISP B Bagus, Tapi karena faktor kurang cocok aja. Pernah dengar kalimat “tak kenal maka tak sayang” kan? Nah sebelum memilih sebuah provider, ada baiknya kamu mengenal lebih jauh terlebih dahulu. Bukan cuma mengenal providernya, tapi mengenal internet dan internet service provider secara keseluruhan. Agar kemu bisa lebih teliti dalam menentukan pilihan, karena salah pilih itu sakit saudara-saudara. Apalagi beberapa ISP memberlakukan kontrak mengikat, minimal 1 tahun. Udah salah pilih, kejebak kontrak pula hahahah!!
*Artikel ini tidak mengulas layanan VSat, kecuali kamu sedang melakukan riset di tengah hutan, selain itu sepertinya kamu tidak memerlukan layanan VSat.

internet service provider, internet, internet cepat, internet murah, isp jabodetabek, isp bekasi, isp cikarang, isp karawang
Ilustrasi ekspresi saat akses internet sedang lemot

Nahh kebetulan penulis akan membahasnya pada artikel ini, yuuk disimak terus.

1. Internet Service Provider & Internet

Internet secara harfiah memiliki arti “Antar Jaringan”. Berikut ini adalah kutipan singkat deskripsi internet yang dikutip dari Wikipedia :

Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komunikasi yang menggunakan media elektronik, yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (“antarjaringan”).

Jadi secara garis besar, internet adalah sebuah system (non-product) yang menghubungkan satu tempat (perangkat/situs) ke tempat yang lain. Sementara Internet Service Provider adalah sarana yang dapat digunakan untuk saling terhubung.

Sebagai ilustrasi, misalnya kamu ingin pergi jalan-jalan dari rumah ke mall, sebut saja Matahari Mall. Mari kita buat beberapa skenario perjalanan ke Mall yang akan kamu tempuh.

  1. Rumah kamu dan Matahari Mall berjarak 10km dan sama-sama berdekatan dengan Stasiun Kereta CommuterLine. Maka kendaraan yang paling efisien untuk kamu gunakan adalah Kereta CommuterLine.
  2. Rumah kamu dan Matahari Mall berjarak 10km. Sementara Matahari Mall berdekatan dengan stasiun, jarak dari rumah kamu ke stasiun terdekat adalah 3km. Maka setidaknya kamu harus menggunakan ojek/angkot/bus untuk mencapai Stasiun lalu menyambung dengan Kereta CommuterLine. Kalau sendiri lebih cepat dan gesit naik ojek, kalau berdua atau lebih maka naik angkot, kalau sekeluarga atau 1 RT ya sewa bus hahahah.
  3. Rumah kamu dan Mall bersebelahan, jalan kaki aja.
  4. Rumah kamu di dalam Mall, wahh..
Arti ilustrasi

Masing-masing object di atas menggambarkan masing-masing peran. Rumah adalah komputer/gadget kamu, Mall adalah Situs/Website (misalnya mataharimall.com) yang akan kamu kunjungi. Jarak menggambarkan jarak host-to-host. Rel Kereta adalah jaringan dengan teknologi Fiber Optic, Sementara Jalan Umum mewakili media lainnya (Kebel Telp, DSL, Wireless, dll) . Kereta CommuterLine, ojek, angkot, dan bus adalah infrastruktur milik Internet Service Provider/ISP, yang masing-masing punya keunggulan dalam kondisi tertentu. Satu lagi, Point of Presence (POP) termasuk Base Transceiver Station (BTS) untuk Wireless digambarkan dengan Stasiun, pangkalan ojek/angkot, atau terminal bus. Nah dengan penggambaran seperti ini, maka skenario di atas memiliki arti kurang lebih sebagai berikut :

  1. Karena sudah tercover kabel fiber optic, maka koneksi internet kamu menggunakan media fiber optic secacra keseluruhan.
  2. Jalur fiber optic belum mengcover lokasi kamu, maka kamu menggunakan alternatif seperti kabel telp, DSL, ataupun wireless. Lalu disambung dengan kabel fiber optic dari BTS ke NOC dan berakhir di Data Center. Kalau kabelnya belum nyampe ya jangan maksa narik kabel sendiri, mahal. Sama aja seperti kamu mau tarik rel kereta ke depan rumah supaya bisa langsung naik kereta hahahah!. Perlu diingat, sekarang ini hampir semua ISP atau malah bisa dikatakan semua ISP sudah menggunakan fiber optic sebagai backbone dari NOC sampai ke Data Center.
  3. Komputer kamu 1 jaringan lokal dengan server mataharimall.com, itu namanya localnet.
  4. itu namanya localhost bro hahahah!

Ada juga beberapa perusahaan Internet Service Provider yang mengoperasikan beberapa type jaringan sekaligus, misalnya fiber optic dan wireless. Sama halnya seperti perusahaan transportasi yang mengoperasikan lebih dari 1 jenis kendaraan, angkot, taxi, dan bus.

Sudah dapat kan gambarannya antara Internet dan Internet Service Provider? Nah sekarang kita bahas infrastruktur dan teknologinya.

Kabel Telp, Modem, atau DSL (Wikipedia)

Teknologi ini sudah jarang kita temui sekarang ini, penulis sendiri malah sudah tidak pernah lihat lagi. Menggunakan media kabel telepon sebagai media utama. Salah satu ISP yang pernah menggunakan media ini adalah Telkom Speedy (Sekarang Indihome)

Wireless/Nirkabel (Wikipedia)

Wireless, atau Nirkabel adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transmisi data tanpa kabel. Wireless sendiri memiliki spesifikasi dan kelas yang sangat beragam apabila ditelusuri lebih jauh. Berikut adalah beberapa klasifikasi wireless yang digunakan Internet Service Provider dalam cakupan jaringan luas (WAN).

  1. WISP Frequency 5/5.8 Ghz
  2. TV Kabel 2.3 Ghz, saya agak bingung juga kenapa namanya TV Kabel padahal transmisinya pakai radio hahaha
  3. Jaringan Seluler 3G, HSPA, HSPA+, 4G LTE

Fiber Optic

Saat ini fiber optic merupakan teknologi jaringan internet dengan kecepatan tertinggi yang bisa diakses sampai ke end-user. Selain di Kota besar, belum banyak provider di Daerah yang menggunakan teknologi ini. Wireless masih menjadi pilihan terbanyak. Tapi seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa hampir semua provider sudah menggunakan backbone fiber optic. Teknologi apapun yang digunakan oleh end-user, akan tetap berakhir di terminal fiber optic.

Faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih ISP

Berikut ini adalah beberapa faktor yang sangat penting untuk kamu pertimbangkan, disamping faktor harga.

1. Sesuaikan paket internet dengan kebutuhan

  • Misalnya, kamu hanya perlu untuk 1-2 gadget dan cuma untuk aktivitas media sosial. Pakai paket data dari operator seluler juga udah cukup.
  • Atau untuk kebutuhan yang sama tapi mampu mengcover 1 rumah dengan jumlah anggota keluarga 5 orang atau lebih. Maka cari Provider yang menyediakan paket Home Internet. Karena Home Internet umumnya memiliki kecepatan yang cukup tinggi dengan harga yang relatif terjangkau. Stabilitas juga ok.
  • Untuk Game Arena / Warnet, jangan cuma terfokus sama download speed. Tapi perhatikan juga upload. Karena umumnya paket Home memiliki kapasitas upload speed yang sangat kecil, berbanding terbalik dengan download speed. Beberapa Internet Service Provider menyediakan juga paket untuk Game.
  • Untuk Corporate, biasa membutuhkan IP public statis. Maka gunakan provider yang menawarkan Dedicated Service dengan, IP public Statis, kalau perlu cari yang IP nya boleh nambah lebih dari 1. IP public statis memungkinkan kamu untuk melakukan port forwarding, apabila kamu memiliki Web server, VPS/VPN, juga setup PABX antar kantor cabang. Alokasi bandwidth juga umumnya sudah fixed 1:1.

2. Pilih teknologi jaringan yang sesuai dengan lokasi kamu.

Fiber optic tidak selalu lebih baik dibanding wireless, begitu juga sebaliknya. Wireless memiliki beberapa kekurangan, misalnya kapasitas bandwidht yang terbatas. 20Mbps masih ok lah, di atas itu ga semua provider bisa menyanggupi. Thor dan Zeus juga masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian pengguna wireles muahahahah!! Tapi fiber optic bukannya tanpa masalah, kalo kena hajar proyek galian gorong-gorong gimana? hahahah

  • Wireless dengan kapasitas yang terbatas, memiliki recovery time yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan Kabel (kabel apapun itu, termasuk fiber optic). Karena apabila trouble, cukup modal ngeping aja sudah bisa mendeteksi sumber masalah. Umumnya masalah wireless cuma 2, kalau bukan Access Pointnya (radio pemancar) yang masalah, ya Stationnya (Radio Penerima). Simpel kan? Pernah denger emang sinyal wireless putus gara-gara kena proyek galian jalan umum/gorong-gorong?
  • Kabel, Kapasitas bandwidth lebih besar dibanding Wireless, sudah tentu. Stabilitas juga lebih ok, biaya registrasi cenderung lebih murah dan client tidak perlu investasi perangkat tambahan seperti tower dan tombak anti petir. Tapi cakupan coverage area kabel biasa masih terbatas pada perkotaan, pemukiman yang dilewati jalan besar, resindent/cluser tertentu. Jadi kalau kamu tinggal di kawasan perkotaan, jarang proyek galian, fiber optic itu hukumnya wajib, harga mati! Kalau kamu tinggal jauh dari kota dan belum tercover kabel apapun, jangan maksa tarik kabel, apalagi sampai maksa sambungin internet pakai kabel PLN aja, jangaan. Untuk resiko, kabel juga bukannya tanpa resiko. Resiko yang sudah sering terjadi aja, putus. Dan kalau kabel putus, tidak seperti wireless cukup cek pemancar, cek penerima. Kalau kabel, kudu diurut dulu gan. Kalau kabelnya panjang? yaudah tungguin aja hahahah
  • Usahakan mendapat Provider dengan PoP/BTS yang paling dekat dengan lokasi kamu.

3. Cek Support, Support 7×24 itu sudah jadi harga mati!

4. Akses traffic Monitor, bisa jadi nilai tambah

5. Service Level Agreement (SLA)

Apa itu SLA? ya sama seperti garansi, malah bisa dikatakan SLA itu garansi. SLA menjamin uptime dengan memperhitungkan persentasi. Tau cara menghitung-nya? begini nih, 24jam*jumlah hari dalam 1 bulan = 100%. Kalau ada ISP memberikan SLA 100%, maka uptime yang mereka jamin adalah 7*24 jam. Jadi biarpun cuma putus 10 menit, kamu berhak complain, dan meminta restitusi A.K.A kompensasi. Kalau 99%? tinggal dihitung saja misalnya bulan ini berjumlah 30 hari, maka 24*30=720 jam*1%, hasilnya sekitar 7 jam 20 menit. Maka dalam 1 bulan, kalau durasi putus belum melewati 7 jam 20 menit, user belum berhak mendapat ganti rugi atau restitusi/kompensasi. Kalau 98%? ya hitung saja seperti cara sebelumnya.  dst

6. Free Trial

Seperti yang sudah dibahas para awal artikel, beberapa provider memberlakukan kontrak umumnya minimal 1 tahun. Makanya biasakan membaca kontrak dengan teliti sebelum deal, terutama pada bagian hak, kewajiban, penyelesaian sengketa, dan pengakhiran kontrak. Dan yang paling wajib, minta Free Trial. Kalau ga ada? cari alternatif lain dulu aja deh. Selama masa trial, coba semua kebutuhan kamu dengan intensitas tinggi.

Demikian tips dari penulis dalam memilih penyedia layanan internet yang handal dan sesuai dengan kebutuhan kamu, semoga dapat bermanfaat. Terakhir sebelum menutup artikel ini, berikut ini ada beberapa daftar Internet Service Provider yang recommended di Jabodetabek – Cikarang, Karawang, s/d Cikampek. Bantu promo, mana tau dapet hadiah dari ISP-nya hahahah

Next Page : >>>

Leave a Reply