Tutorial Setting MikroTik – Konfigurasi Dasar

Tutorial Setting MikroTik – Halo Pembaca setia Blog TeknisiKu, lama ga nulis nih jadi kangen juga heheh. Hari ini saya akan membagikan tutorial lengkap cara mengkonfigurasi Router MikroTik dari nol sampai dengan terhubung ke Internet. Kalau kamu selalu membaca setiap artikel-artikel yang terbit di Blog ini, kamu pasti pernah baca artikel tentang bisnis RT/RW Net juga.

Nah, kalau di artikel ini membahas tentang apa itu RT/RW Net, prospek bisnis, dan cara memulai serta modal yang dibutuhkan. Maka di artikel ini kita akan membahas bagaimana cara setting MikroTik-nya supaya bisa dipakai untuk jualan. Buat yang ga mau repot belajar dan langsung bisa jualan, bisa pakai jasa Teknisi kok. Klik di sini untuk jasa setting mikrotik murah bergaransi, bisa onsite ataupun remote. Ok, tanpa berbelit-beli langsung saja kita mulai tutorial-nya. Pertama siapkan hal-hal yang diperlukan terlebih dahulu :

  • Komputer atau Laptop, pastikan ada ethernet adapternya ya
  • Router MikroTik, bebas mau pakai router jenis dan versi apa saja
  • Kabel UTP, minimal Cat5
  • Koneksi Internet, usahakan sumber internet dari kabel jangan WiFi ya. Karena akan repot menghubungkan ke MikroTik nantinya. Kecuali MikroTik yang kamu gunakan sudah dilengkapi Wireless Build-in.

Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk menyambungkan MikroTik ke Internet. Ketiga metode tersebut adalah IP Statis, IP dinamis, dan PPPoE Client (Dial-Out). Pada Tutorial Setting MikroTik kali ini, kita akan mulai dari IP statis terlebih dahulu. Buat temen-temen yang lebih suka nonton video, tutorial ini juga dilengkapi dengan video pada setiap halaman-nya. Scroll sampai ke bawah untuk lihat video-nya langsung.

I. Tutorial Setting MikroTik – Konfigurasi Dengan IP Statis

Untuk menghubungkan MikroTik dengan IP Statis, pertama-tama kita harus mengetahui IP (Internet Protocol) dari sumber internet kita (saya asumsikan di sini kita menggunakan sebuah modem sebagai internet gateway). Mari kita asumsikan bahwa IP modem adalah 192.168.100.1, sekarang persiapkan semua perangkat yang dibutuhkan. Kita langsung mulai buat persiapan awal :

Related post :  Unifi AP Extender : Setting Tutorial Part II
  • Download program Winbox di sini, dan simpan file Winbox pada laptop/komputer kamu.
  • Siapkan 2 Kabel UTP dan pastikan kabel sudah dikrimping, kalau belum ya dikrimping dulu. Kalau ga tau caranya, baca di sini.
  • Hidupkan Modem dan Router MikroTik, sambungkan Ether LAN di Modem ke Ether 1 di MikroTik menggunakan Kabel UTP.
  • Sambungkan LAN di Laptop/Komputer dengan Ether 2 di MikroTik menggunakan Kabel UTP .

Jalankan Winbox pada komputer/laptop kamu, sesuaikan versi Winbox dengan versi Router OS MikroTik kamu. Kalau salah satu versi error maka gunakan versi yang lainnya. Kemudian isikan MAC Address Router MikroTik pada kolom Connect To, Klik pada kotak “” atau tab Neighbors untuk melihat MAC Address (lihat pada Gambar 1). Akses default Router MikroTik adalah sbb;
Username : Admin
Password : biarkan kosong
Apabila Router MikroTik yang kamu gunakan untuk latihan sudah pernah disetting sebelumnya, ada baiknya direset terlebih dahulu. Setelah direset, awal login ke winbox akan muncul layar default-configuration. Klik Remove configuration dan tunggu sampai Router selesai melakukan reboot, lalu login kembali ke winbox.

tutorial-setting-mikrotik-dasar
Gambar 1

Ganti Nama Interface (Ether)

Setelah berhasil login kembali ke Winbox, klik pada tab Interface di menu yang terletak di sebelah kiri. lalu ganti nama Ether1 dan Ether2 menjadi Ether1-Internet dan Ether2-LAN. Tujuannya? Membiasakan diri memberi identitas kepada semua perangkat jaringan agar lebih mudah mengidentifikasi dan mencari solusi apabila ada permasalahan di kemudian hari. Lihat Gambar 2

cara-setting-mikrotik-dasar
Gambar 2

Sampai di sini, dapat kita asumsikan bahwa Ether1-Internet adalah Ether yang akan terhubung ke Modem (Internet Gateway). Sementara Ether2-LAN adalah Ether yang akan terhubung ke jaringan lokal dan memberikan akses internet kepada komputer-komputer pada jaringan lokal. Maka tahap berikutnya adalah mengkonfigurasi IP pada masing-masing Ether.

Related post :  Hotspot Billing : MIKROSTATOR by Avianto Richad

Konfigurasi IP Pada Setiap Ether di Mikrotik

Sekarang pindah pada Tab IP, lalu pilih menu Addresses, akan muncul kotak kecil dengan label Address List. Klik tanda “Tambah” di bagian kiri atas, lalu isikan form yang tersedia dengan IP dan Ether sbb;
Address : 192.168.100.2/24
Interface : Ether1-Internet

Keterangan :
karena modem/gateway menggunakan IP 192.168.100.1 maka Mikrotik harus menggunakan IP antara 192.168.100.2 s/d 192.168.100.253 agar dapat terhubung dengan modem/gateway.

/24 di akhir IP adalah Subnetting, berfungsi menentukan kelas pada jaringan mana IP tersebut dapat berkomunikasi. Untuk lebih jelasnya bisa dipelajari di sini.

Interface yang dipilih adalah Ether1-Internet, agar IP 192.168.100.2 ditempatkan pada Ether yang berhubungan langsung dengan modem (gateway).

Lihat Gambar 3
tutorial-setting-mikrotik-dasar
Gambar 3

Ulangi lagi Konfigurasi IP seperti di atas, kali ini pada Interface Ether2-LAN. Untuk Address silahkan isikan sesuai selera, pada artikel ini mari kita gunakan 192.168.1.1/24. Berarti semua komputer di jaringan lokal akan terhubung ke internet melalui Router MikroTik dengan Gateway 192.168.1.1. Dengan subnetting /24 maka gateway 192.168.1.1 dapat mendistribusikan internet pada 253 perangkat dalam jaringan lokal.

Routing dan DNS

Ether sudah diberi identitas dan sudah dikasih IP, sekarang tinggal dirouting supaya IP 192.168.100.2 melakukan request ke gateway 192.168.100.1. Caranya? Kembali lagi ke tab IP pilih menu Routes, layar Route List akan tampil. Klik tanda “Tambah” lalu isikan IP modem (192.168.100.1) pada kolom Gateway.

paduan-setting-mikrotik-dasar
Gambar 4

Keterangan Gambar 4

Dst. Address : Alamat/IP yang dituju pada saat ada request atau permintaan internet, 0.0.0.0/0 berarti semua alamat/IP (akses ke manapun atau ke situs apapun).
Gateway : IP Modem (internet gateway)
Check Gateway : Metode untuk monitoring status gateway hidup atau tidak (reachable/unreachable) MikroTik akan melalukan ping secara konstant ke gateway setiap ada aktivitas.
Distance : Prioritas Gateway, 1 artinya gateway utama. Fitur ini berfungsi apabila dalam satu jaringan lokal terdapat lebih dari 1 gateway (modem). Semakin kecil angka yang diisi, semakin diutamakan.

DNS – Berikutnya konfigurasi DNS. Masih di tab IP, pilih menu DNS dan isikan IP DNS pada kolom Servers. Klik tanda panah hitam kecil untuk menambah dan mengurangi kolom. Jangan lupa centang kolom Allow Remote Request. Tujuannya supaya komputer yang terhubung ke MikroTik tidak perlu mengisi DNS lagi, cukup menggunakan gateway (IP MikroTik) pada bagian DNS Server di komputer client. Berikut ini adalah DNS server publik yang umum digunakan :

  • Cloudflare : 1.1.1.1 & 1.0.0.1
  • Google : 8.8.8.8 & 8.8.4.4
Related post :  UBNT Unifi AP : Setting Tutorial Part I
Gambar 5

NAT

Langkah terakhir adalah konfigurasi NAT (Network Address Translation) Agar Ether2-LAN dapat membagikan akses internet ke perangkat lain di dalam jaringan lokal. Masih di tab IP, masuk ke menu Firewall dan klik tab NAT di bagian atas layar Firewall, lalu klik tanda “Tambah”. Pilih srcnat pada kolom Chain di tab General. Pindah ke tab Action, pilih masquerade pada kolom Action, lalu klik ‘OK’.

Gambar 6

Sampai di sini, konfigurasi dasar MikroTik sudah selesai dan router kamu sudah dapat digunakan untuk mendistribusikan internet ke seluruh jaringan Lokal. Seperti janji saya di awal artikel, di bawah ini saya sertakan tutorial dalam bentuk Video. Selamat bereksperimen

Link Video menyusul

Halaman Berikutnya : Tutorial Setting MikroTik – Konfigurasi Dengan IP Dinamis

Leave a Reply