Unifi AP Extender : Setting Tutorial Part II

Unifi AP Extender : Setting Tutorial Part II – Halo teman-teman pembaca setia Blog TeknisiKu! Apa kabar? Jumpa lagi dengan saya pada artikel ini, jangan pada bosan ya heheh. Oke, langsung ke topik! Ini adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya. Buat kamu yang belum baca artikel sebelumnya, kamu bisa baca di sini. Kalau pada artikel sebelumnya kita mempelajari cara instalasi dan konfigurasi awal 1 unit Unifi AP sampai aktif dan dapat digunakan sebagai pemancar WiFi. Pada artikel lanjutan ini, kita akan mempelajari setting lanjutan (Advanced) dengan banyak Access Point (Mesh).

Yuuk, mari kita bahas step-by-step konfigurasinya. Pertama pastikan kamu sudah menguasai konfigurasi awal (Baca artikel pertama).

Unifi AP Extender : Pengertian dan Fungsi-nya

Sesuai dengan namanya “Unifi AP Extender”, Tutorial ini menjelaskan bagaimana cara memperluas jangkauan sinyal WiFi dengan banyak Access Point Unifi. Salah satu keunggulan Unifi AP dalam hal ini adalah Fast Roaming, fitur ini memungkinkan setiap client dapat ditransfer dengan cepat dari satu AP ke AP yang lain tanpa mengalami putus koneksi. Jadi kamu dapat melakukan video call, streaming, bermain game online sambil tetap bergerak dengan cakupan area yang luas tanpa terputus-putus pada saat perpindahan AP. Ada 2 metode yang dapat kita terapkan, yaitu Wired Uplink dan Wireless Uplink.

Wired Uplink memiliki konfigurasi yang lebih sederhana, kamu cukup setting Unifi Controller seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Setelah selesai melakukan setting, hubungkan semua Access Point ke Controller/Router menggunakan kabel UTP dan Switch/Hub. Unifi AP Exntender sudah selesai dikonfigurasi dan siap untuk digunakan.

  1. Kelebihannya pada metode ini adalah semua Access Point dapat mentransfer data dengan maksimal karena ditunjang oleh Kabel sebagai Uplink, konfigurasi lebih sederhana.
  2. Kekurangannya adalah penggunaan kabel yang terlalu banyak dan proses roaming tidak semulus Wireless Uplink.
Related post :  Hotspot Billing : MIKROSTATOR by Avianto Richad

Wireless Uplink memanfaatkan fitur mesh dari AP Externder ke AP Primary yang tersambung langsung ke Unifi Controller/Router dengan kabel UTP.

  1. Kelebihannya Lebih rapih dan tidak boros kabel, proses roaming lebih cepat (tanpa putus atau delay).
  2. Kekurangannya Konfigurasi lebih rumit, data transfer tidak maksimal karena uplink menggunakan wireless.

Ilustrasi Wired vs Wireless Uplink (Klik untuk memperbesar gambar)

 

Konfigurasi Unifi AP Primary dan Unifi AP Extender

Konfigurasi Wired Uplink sangat sederhana dan sudah dijelaskan di atas, maka sekarang kita tinggal membahas konfigurasi Wireless Uplink saja. Kita asumsikan di sini kita akan melakukan setting dengan 4 Access Point (1 sebagai Wireless Uplink dan 3 sebagai Extender). Pertama-tama Konfigurasi Unifi Controller kamu, hubungkan semua Acess Point dengan Unifi Controller menggunakan kabel, adopt dan setting semua sesuai dengan tutorial pada artikel pertama. Setiap Access Point yang sudah ter-adopsi dan statusnya sudah Connected ubah IP nya dari DHCP menjadi Statis (lihat gambar di bawah).

(Klik untuk memperbesar gambar)

Berikan IP statis pada semua Access Point yang sudah berhasil teradopsi dengan sambungan kabel. IP statis yang diberikan harus 1 subnet dengan IP Unifi Controller agar dapat di-adopt ulang pada mode Wireless Connect nantinya. Masih pada kolom properti AP, Rubah Channel dari Auto menjadi channel tertentu yang free, gunakan aplikasi seperti Wifi Analyzer untuk scan channel bebas. Pastikan semua AP menggunakan channel yang sama.

Terakhir, masuk ke Menu “Setting“, “Wireless Networks“, “Advanced“, pastikan menu Multicast and Broadcast Filtering dan Fast Roaming tidak tercentang.


Standar-nya Unifi AP sudah dibekali build in fast roaming ability. Jadi mungkin Fast Roaming pada menu tersebut bisa dikatakan sebagai Ultra Fast Roaming pppfftt… Memang dapat meningkatkan kecepatan roaming secara signifikan, tapi beberapa perangkat yang tidak mendukung fitur ini akan mengalami gangguan koneksi.

Related post :  UBNT Unifi AP : Setting Tutorial Part I

Finishing

Naah sampai di sini, kita sudah selesai mengkonfigurasi Unifi AP Exntender Mode. Matikan/cabut 4 Access Point yang akan difungsikan sebagai Extender/Repreater dari Controller, kecuali Primary Access Point yang akan dijadikan Wireless Uplink. Tempatkan pada posisi yang dikehendaki, lalu hidupkan kembali (dengan PoE saja, port LAN di PoE tidak usah dihubungkan ke controller). Hidupkan kembali semua Access Point, lalu adopt kembali dari Unifi Controller. Apabila tidak terjadi kesalahan, maka seharusnya statusnya akan connected kembali. Primary AP (Wireless Uplink) dengan status Connected dan AP Extender dengan status Connected Wireless.

Catatan :

Beberapa tips berikut ini juga mungkin akan bermanfaat buat kamu

  1. Apabila koneksi WiFi tidak stabil dan sering terputus, coba buka DHCP server pada router kamu. Rubah DHCP range IP client kamu, buat agar IP Unifi AP tidak tercakup di dalam DHCP range. Lebih disarankan agar kamu mengganti subnet client pada DHCP server, bedakan dengan Subnet yang digunakan oleh Unifi AP.
  2. Pastikan Power dari Adaptor PoE sesuai dengan Power requirement yang terdapat pada label di stiker Unifi AP.
  3. Coba enable/aktifkan “Multicast Enchancement” yang terdapat pada menu yang sama dengan menu Fast Roaming.
  4. Apabila kamu lupa melabeli atau memberi nama/identitas pada Unifi AP kamu, dan kamu harus mencari posisi beberapa AP, atau kamu ingin melabeli AP-AP tersebut. Kamu bisa menggunakan Fitur “Locate” yang terdapat pada device setting, menu di mana kamu tadi melakukan Adoption pada AP. Persis di bawah tab “Action”, Klik “Locate” pada salah satu Access Point kamu. Kamu tinggal berjalan keliling mencari Access Point yang LED nya blinking/berkedip-kedip, jangan lupa setelah dapat langsung diberi label. Kurang lebih seperti Guru yang sedang mengabsen anak mudir di kelas deh.
  5. Pada perangkat Unifi AP lain selain Unifi AP Mesh, kamu hanya bisa membuat Wired AP menjadi Wireless Uplink. Sementara kamu tidak dapat membuat Unifi AP extender berfungsi sebagai Wireless Uplink. Apabila kamu ingin semua AP (uplink maupun extender/repreater) dapat berfungsi sebagai uplink juga. Kamu harus menggunakan Unifi AP Mesh.
  6. Kalau kamu punya lebih dari 1 Primary AP untuk Wireless Access Point, kamu bisa membuat Wireless Uplink Priority pada menu yang sama seperti waktu kamu setting Channel Access Point.
Related post :  Tutorial Setting MikroTik - Konfigurasi Dasar

Ok, sampai di sini pembahasan kita kali ini, sampai bertemu di Artikel berikutnya. Terimakasih sudah membaca sampai selesai dan semoga bermanfaat!

 

 

Leave a Reply